prinsip dasar multimedia pembelajaran
Prinsip
Dasar Multimedia Pembelajaran
Dari hasil penelitian yang dilakukan oleh Richard E.
Mayer menunjukkan bahwa anak didik kita memiliki potensi belajar yang
berbeda-beda. Ada 12 prinsip multimedia pembelajaran yang dapat diterapkan di
pembelajaran, yaitu:
1. Prinsip
Multimedia
Orang belajar lebih baik dari gambar dan kata
dari pada sekedar kata-kata saja. Karena dinamakan multimedia berarti wajib
mampu mengkobinasikan berbagai media (teks, gambar, grafik, audio/narasi,
video, animasi, simulasi, dll) menjadi kesatuan yang harmonis. Sebab kalau
tidak namanya bukan multimedia tapi single media.
2. Prinsip
kesinambungan spasial
Orang belajar lebih baik ketika kata dan
gambar terkait disandingkan berdekatan dibandingkan apabila disandingkan
berjauhan atau terpisah. Oleh karena itu, ketika ada gambar (or sodarenye yang
lain seperti video, animasi, dll) yang dilengkapi dengan teks, maka teks
tersebut harus merupakan jadi satu kesatuan dari gambar tersebut, jangan
menjadi sesuatu yang terpisah.
3. Prinsip
kesinambungan waktu
Orang belajar lebih baik baik ketika kata dan
gambar terkait disajikan secara simultan dibandingkan apabila diajikan
bergantian atau setelahnya. Nah, ketika anda ingin memunculkan suatu gambar dan
atau yang lain beserta teks, misalnya, sebaiknya munculkan secara bersamaan
alias simultan. Jangan satu-satu, sebab akan memberikan kesan terpisah atau
tidak terkait satu sama lain.
4. Prinsip
kohesi
Orang belajar lebih baik ketika kata-kata,
gambar, suara, video, animasi yang tidak perlu dan tidak relevan tidak
digunakan. Nah, ini yang sering terjadi. Banyak sekali pengembang media
mencantumkan sesuatu yang tidak perlu. Mungkin maksudnya untuk mempercantik
tampilan, memperindah suasana atau menarik perhatian mata. Tapi, menurut Mayer,
hal ini sebaiknya dihindari. Cantumkan saja apa yang perlu dan relevan dengan
apa yang disajikan. Jangan macam-macam.
5. Prinsip
modalitas belajar
Orang belajar lebih baik dari animasi dan narasi
termasuk video), daripada dari animasi plus teks pada layar. Jadi, lebih baik
animasi atau video plus narasi daripada sudah ada narasi ditambah pula dengan
teks yang panjang, hal ini sangat mengganggu.
6. Prinsip
redudansi
Orang belajar lebih baik dari animasi dan narasi
termasuk video), daripada dari animasi plus teks pada layar (redundan). Sama dengan
prinsip di atas. Jangan redudansi, kalau sudah diwakili oleh narasi dan
gambar/animasi, janganlah tumpang tindih pula dengan teks yang panjang.
7. Prinsip
personalisasi
Orang belajar lebih baik dari teks atau
kata-kata yang bersifat komunikatif (conversational) daripada kalimat yang
lebih bersifat formal. Lebih baik menggunakan kata-kata lugas dan enak daripada
bahasa teoritis, oleh karena itu, sebaiknya gunakan bahasa yang komunikatif dan
sedikit ber style.
8. Prinsip
interaktivitas
Orang belajar lebih baik ketika ia dapat
mengendalikan sendiri apa yang sedang dipelajarinya (manipulative, simulasi,
game, branching). Sebenarnya, orang belajar itu tidak selalu linear alias urut
satu persatu. Dalam kenyataannya lebih baik banyak loncat dari satu hal ke hal
lain. Oleh karena itu, multimedia pembelajaran harus memungkinkan pengguna
dapat mengendalikan penggunaan daripada media itu sendiri oleh pengguna) akan
lebih baik. Simulasi, branching, game, navigasi yang konsisten dan jelas,
bahasa yang komunikatif dan lain-lain akan memungkinkan tingkat interaktivitas
makin tinggi.
9. Prinsip
sinyal (cue, highlight,..)
Orang belajar lebih baik ketika kata-kata,
diikuti dengan cue, highlight, penekanan yang relevan terhadap apa yang
disajikan. Kita bisa memanfaatkan warna, animasi dan lain-lain untuk
menunjukkan penekanan, highlight atau pusat perhatian (focus aof interest).
10. Prinsip
perbedaan individu
Sembilan prinsip tersebut berpengaruh kuat
bagi mereka yang memiliki modalitas visual tinggi, kurang berpengaruh bgi yang
sebaliknya. Kombinasi teks dan narasi plus visual berpengaruh kuat bagi mereka
yang memiliki modalitas auditori tinggi, kurang berpengaruh bagi yang
sebaliknya. Kombinasi teks, visual dan simulasi berpengaruh kuat bagi mereka
yang memiliki modalitas, kinestetik tinggi, kurang berpengaruh bagi yang
sebaliknya.
11. Prinsip
praktek
Interaksi adalah hal terbaik untuk belajar,
kerja praktek dalam memecahkan masalah dapat meningkatkan cara belajar dan
pemahaman yang lebih mendalam tentang materi yang sedang dipelajari.
12. Prinsip
pengandaian
Menjelaskan materi dengan audio meningkatkan belajar. Siswa
belajarlebih baik dari animasi dan narasi, daripada dari animasi dan teks pada
layar.
Jadi, penggunaan multimedia (kombinasi antara teks,
gambar, grafik, audio/narasi, animasi, simulasi, video) secara efektif untuk
mengakomodir perbedaan modalitas belajar.
Dalam 12 prinsip ini , yang manakah yg lebih berperan dalam multimedia pembelajaran bagi peserta didik ??
BalasHapusThanks :)
menurut saya semua prinsip tersebut sangat berperan dalam multimedia pembelajaran bagi peserta didik. karena setiap prinsip tersebut mempunyai kelebihan dan kelemahan tertentu
HapusBagaimana peran anda sebagai guru dalam mengatasi potensi belajar siswa yang berbeda beda?
BalasHapusGuru berusaha membimbing siswa agar dapat menemukan berbagai potensi yang dimilikinya, membimbing siswa agar dapat mencapai dan melaksanakan tugas-tugas perkembangan mereka, sehingga dengan ketercapaian itu ia dapat tumbuh dan berkembang sebagai individu yang mandiri dan produktif.
Hapusapabila salah satu dari ke 12 prinsip tersebut tidak kita jalankan apakah dapat mempengaruhi dalam multimedia pembelajaran?
BalasHapusmenurut saya tidak mempengaruhi. karena dalam membuat media kita boleh memilih salah satu dari prinsip tersebut atau menggabungkan beberapa prinsip , tergantung cara belajar siswa dalam memahami materi
Hapusbagaimanakah contoh dari Prinsip kohesi dalam pembelajaran ?
BalasHapuscontoh nya jika didalam multimedia anda, misalkan media nya power point membahas tentang kesetimbangan kimia tetapi anda memasukkan gambar kucing yang bisa bergerak. hal yang seperti itu tidak relevan dengan materi yang anda bahas
Hapussaya akan menambahkan . Prinsip-prinsip psikologis dalam pemilihan dan penggunaan media pembelajaran adalah:
BalasHapus1. Motivasi
2. Perbedaan Individual
3. Tujuan Pembelajaran
4. Organisasi Isi
5. Persiapan Sebelum Belajar
terimakasih
terimaasih karena telah menambahkan materi yang telah saya post
Hapusassalamualaikum wr wb,saya ingin bertanya apakah dalam pembuatan suatu media pembelajaran harus di sesuikan dan disertakan semua prinsip yang ada?
BalasHapusmenurut saya tidak harus. dalam membuat media kita harus menyesuaikan nya dengan kebutuhan siswa dalam memahami materi. jika seorang siswa lebih mudah memahami materi dengan animasi maka kita cukup menggunakan prinsip redudansi
HapusTerimakasih atas penjelasa nya,yang telah anda uraikan
BalasHapussama-sama saudari eki fitrijayanti
Hapusbagaimana menurut anda bila salah satu prinsip tidak diterapkan saat merancang suatu media pembelajaran, misalnya tidak menerapkan prinsip kohesi. tolong jelaskan
BalasHapusmenurut saya jika prinsip kohesi tidak diterapkan maka media yang dirancang tidak relevan karena prinsip kohesi di sini adalah "cantumkan saja apa yang perlu dan relevan dengan apa yang disajikan. Jangan macam-macam." jadi media yang dibuat tersebut tidak relevan
BalasHapussaya ingin menambah , Prinsip multimedia : siswa bisa belajar lebih baik dengan kata-kata dan gambar-gambar dibandingkan dengan hanya kata-kata atau gambar saja.
BalasHapusPrinsip keterdekatan ruang : siswa bisa belajar lebih baik saat kata-kata dan gambar-gambar yang saling terkait disajikan saling berdekatan daripada saling berjauhan di halaman atau di layar.
Prinsip keterdekatan waktu : siswa bisa belajar lebih baik saat kata-kata dan gambar-gambar yang terkait disajikan secara simultan (bersamaan) daripada bergantian.
Prinsip koherensi : siswa bisa belajar lebih baik saat kata-kata, gambar-gambar atau suara-suara ekstra dibuang.
terimakasih kepada saudari masbun telah menambahkan postingan saya
Hapusassalamu'alaikum wr.wb saya ingin menambahkan materi sedikit tentang postingan blog anda diatas.
BalasHapus1). Prinsip koherensi atau keterpaduan (coherence)
Prinsip ini menyatakan bahwa orang belajar lebih baik jika materi yang tidak perlu (tidak ada hubungannya) tidak diikutkan. Bahkan menambahkan gambar dan kata yang menarik tetapi tidak relevan justru menimbulkan efek negatif terhadap pemahaman atas apa yang dijelaskan dalam pelajaran.
2). Prinsip sinyalisasi (signaling)
Prinsip ini menyebutkan bahwa orang belajar lebih baik jika lambang/tanda yang menyorot susunan materi esensial ditambahkan. Sinyalisasi mengurangi proses berlebihan (extraneous) dengan mengarahkan perhatian siswa kepada elemen-elemen kunci dalam pelajaran serta memandu menghubungkan antara elemen-elemen kunci tersebut.
3). Prinsip redundansi (redundancy)
Prinsip ini menyatakan bahwa orang belajar lebih baik dari gambar dan narasi ketimbang dari gambar, narasi, serta teks tercetak. Orang memiliki daya transfer problem-solving yang kurang baik ketika mereka belajar dengan animasi, narasi, dan teks dibandingkan jika mereka belajar dengan animasi dan narasi saja. Alasannya adalah teks pada layar yang isinya sama dengan narasi cenderung mengurangi daya pemahaman siswa.
4). Prinsip kedekatan spasial (spatial contiguity)
Prinsip ini menyatakan bahwa orang dapat belajar lebih baik ketika kata-kata dan gambar yang berhubungan disajikan berdekatan ketimbang berjauhan satu sama lain. Jika kata dan gambar yang berhubungan disajikan berdekatan, siswa tidak perlu menggunakan daya kognitifnya untuk mencari fokus pelajaran secara visual pada layar. Dengan demikian, sangat mungkin bagi siswa untuk dapat merangkai keduanya dalam memorinya pada satu waktu yang sama.
5). Prinsip kedekatan temporal (temporal contiguity)
Prinsip ini menyatakan bahwa orang belajar lebih baik ketika kata dan gambar yang berkaitan disajikan secara bersamaan ketimbang disajikan berturut-turut. Ketika bagian yang berhubungan dari narasi dan animasi disajikan pada waktu yang sama, siswa sangat mungkin untuk membangun representasi mental keduanya di memori dalam waktu yang sama. Dengan demikian siswa sangat mungkin untuk mendapatkan hubungan mental antara representasi verbal dan visual.
terimakasih kepada saudara frandi telah menambahkan postingan saya
HapusAssalamualaikum wr wb saya ingin bertanya prinsip mana yang paling sulit untuk dilaksnakan?
BalasHapusmenurut saya prinsip kohesi
BalasHapuskarena prinsip tersebut berisi bahwa gambar dan materi nya harus relevan
nah terkadang kita saat membuat PPT misalnya, kita memasukkan gambar yang tidak perlu bermaksud untk membuat PPT lebih menarik tetapi jadinya PPT tersebut tidak relevan