pengembangan e-learning dalam pembelajaran kimia
Pengembangan e-learning dalam pembelajaran kimia
Pengembangan model e-learning
merupakan pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran. Pengembangan model
e-learning dapat dikategorikan tiga kriteria dasar yang ada dalam e-learning,
yaitu :
1. E-learning bersifat jaringan, yang
membuatnya mampu memperbaiki secara cepat, menyimpan atau memunculkan kembali,
mendistribusikan , dan sharing pembelajaran dan informasi. Persyaratan ini
sangat penting sehingga dikatakan sebagai prasyaratan absolute
2. E-learning dikirimkan kepada pengguna
melalui computer dengan menggunakan standar teknologi internet, CD ROM, Web TV,
Web Cell Phones, Pagers, dan alat bantu digital personal lainnya walaupun bisa
menyiapkan pesan pembelajaran tetapi tidak bisa digolongkan sebagai e-learning
3. E-learning terfokus pada pandangan
pembelajaran yang paling luas, solusi pembelajaran yang mengungguli paradigm tradisional
dalam pelatihan.
Model pengembangan pembelajaran
berbasis Web
Multimedia pembelajaran berbasis web merupakan perangkat
lunak yang digunakan dalam aktivitas pembelajaran. Salah satu referensi
pengembangan perangkat lunak adalah pendapat pakar Software Enginering yaitu
Roger S Pressman. Rekayasa perangkat lunak mencakup tahap : analisis kebutuhan,
desain, pengkodean, pengujian, dan pemeliharaan. Pengembangan model
pembelajaran berbasis web perlu memperhatikan komponen strategi pembelajaran. Komponen-komponen
utama dari strategi pembelajaran yang harus dirancang adalah : aktivitas awal
pembelajaran, penyajian materi, partisipasi peserta didik, penilaian, dan
aktivitas tindak lanjut. Aktivitas awal pembelajaran berupa pemberian motivasi,
menumbuhkan perhatian, menjelaskan tujuan pembelajaran, dan menjelaskan
kemampuan awal yang diperlukan. Penyajian materi meliputi sajian bahan ajar dan
contoh-contoh yang relevan. Partisipasi peserta didik dibangun dengan adanya
praktik atau latihan dan umpan balik. Penilaian dapat berupa tes kemampuan
awal, pretest, dan posttest. Aktivitas tindak lanjut dilakukan untuk membantu
mempertahankan daya ingat terhadap materi pembelajaran.
Dalam pengembangan
model e-learning perlu rancangan yang sesuai dengan tujuan pembelajaran yang
diinginkan, khususnya dalam penggunaan internet. Menurut Haughey ada tiga
kemungkinan dalam pengembangan system pembelajaran berbasis internet :
1. Web course
Web course adalah
penggunaan internet untuk keperluan pendidikan, yang mana peserta didik dan
pengajar sepenuhnya terpisah dan tidak diperlukan adanya tatap muka. Seluruh bahan
ajar, diskusi, konsultasi, penugasan, latihan, ujian, dan kegiatan pembelajaran
lainnya sepenuhnya disampaikan melalui internet. Dengan kata lain model ini
menggunakan system jarak jauh.
2. Web centric course
Web centric course adalah
penggunaan internet yang memadukan antara belajar jarak jauh dan tatap muka
(konvensial). Sebagian materi disampaikan melalui internet, dan sebagian lagi
melalui tatap muka. Dalam model ini pengajar bisa memberikan petunjuk pada
siswa untuk mempelajari materi pelajaran melalui web yang telah dibuatnya. Siswa
juga diberi arahan untuk mencari sumber lain dari situs-situs yang relevan. Dalam
tatap muka, peserta didik dan pengajar lebih banyak diskusi tentang temuan
materi yang telah dipelajari melalui internet.
3. Web enhanced course
Web enhanced course adalah
pemanfaatan internet untuk menunjang peningkatan-peningkatan kualitas
pembelajaran yang dilakukan di kelas.
Sekarang kan kita ketahui bahwa internet itu sudah tidak asing lagi, tetapi bagaimana cara mengatasi siswa atau sekolahan dimana tempat tinggl nya sulit mendapatkan jaringan internet.
BalasHapusjika belum ada fasilitas internet berarti kita menggunakan media yang lain yang memerlukan jaringan internet seperti powerpoint.
HapusApakah kekursangan dari pengembangan e-learning berbasis Web centric course?
BalasHapusDibutuhkannya panduan bagi pembelajar untuk mencari informasi yang relevan, karena informasi yang terdapat dalam web sangat beragam.
HapusBerikan contoh pada web enhanced course.
BalasHapuscontoh nya adalah pembelajaran di dalam kelas menggunakan internet. misalkan seorang guru memberikan tugas menjelaskan tentang koloid nah, siswa nya dipersilahkan untuk mencari di google jawaban nya . dan saat siswa mencari di google, guru tersebut juga harus memandu siswa nya dan mengawasi
HapusApa saja kekurangan dan kelebihan dari tiga kemungkinan dalam pengembangan sistem pembelajaran berbasis internet? Terimakasih
BalasHapuskelebihan :
Hapus1. Memungkinkan setiap orang dimanapun,kapanpun untuk mempelajari apapun
2. Pebelajar dapat belajar sesuai karakteristik dan langkah dirinya sendiri karena pembelajaran berbasis web membuat pembelajaran menjadi bersifat individual.
3. Sangat potensial sebagai sumber belajar bagi pebelajar yang tidak mempunyai cukup waktu untuk belajar
kelemahan :
1. Keberhasilan pembelajaran berbasis web tergantung dari kemandirian dan motivasi pembelajar
2. Akses untuk mengikuti pembelajaran menggunakan web seringkali menjadi masalah bagi pembelajar.
3. Pembelajar dapat cepat merasa bosan dan jenuh jika mereka tidak dapat mengakses informasi, dikarenakan tidak terdapat peralatan yang memadai dan yang cukup.
apakah jika kita menggunakan pengembangan e-learning berbasis Web course lebih efektif dalam proses pembelajaran?
BalasHapusmenurut saya pengembangan e-learning berbasis web course ini tidak efektif karena dalam proses pembelajaran itu harus ada tatap muka, karena kebanyakan siswa lebih mengerti jika dijelaskan tentang suatu materi jika bertemu langsung
Hapusbagaimanakah contoh Model pengembangan pembelajaran berbasis Web ?
BalasHapusmisalnya model pembelajaran e-learning yaitu suatu sistem atau konsep pendidikan yang memanfaatkan teknologi informasi dalam proses belajar mengajar.
Hapusbagaimana saudari mengatasi apabila di sekolah tersebut tidak bisa akses internet model apa yg saudari ambil tolong jelaskan?
BalasHapusjika disekolah tersebut tidak terdapat internet maka kita bisa menggunakan media lain yang tidak menggunakan jaringan internet seperti power pont
HapusKhoe Yao Tung (2000) mengatakan bahwa setelah kehadiran dosen dalam arti sebenarnya, internet akan menjadi suplemen dan komplemen dalam menjadikan wakil guru yang mewakili sumber belajar yang penting di dunia. Cisco (2001) menjelaskan filosofis e-learning sebagai berikut.
BalasHapus1. E-learning merupakan penyampaian informasi, komunikasi, pendidikan, pelatihan secara on-line.
2. E-learning menyediakan seperangkat alat yang dapat memperkaya nilai belajar secara konvensional (model belajar konvensional, kajian terhadap buku teks, CD-ROM, dan pelatihan berbasis komputer) sehingga dapat menjawabtantangan perkembangan globalisasi.
3. E-learning tidak berarti menggantikan model belajar konvensional di dalam kelas, tetapi memperkuat model belajar tersebut melalui pengayaan content dan pengembangan teknologi pendidikan.
4. Kapasitas mahasiswa amat bervariasi tergantung pada bentuk isi dan cara penyampaiannya. Makin baik keselarasan antar konten dan alat penyampai dengan gaya belajar, maka akanlebih baik kapasitas siswa yang pada gilirannya akan memberi hasil yang lebih baik.
terimakasih kepada saudari Windy Kartika telah menambahkan
Hapussaya ingin menambahkan bahwa kekurangan dari e-learning ini yaitu kurangnya interaksi antara guru dan siswa
BalasHapusterimakasih kepada saudari Miranda Oxtariani telah menambahkan materi yang saya post
HapusAssalamualaikum saya ingin menambahkan Pengertian e-learning berbeda dengan pembelajaran secara online (online learning) dan pembelajaran jarak jauh (distance learning). Online learning merupakan bagian dari e-learning, hal ini seperti yang dinyatakan oleh Australian National Training Authority bahwa e-learning merupakan suatu konsep yang lebih luas dibandingkan online learning, yaitu meliputi suatu rangkaian aplikasi dan proses-proses yang menggunakan semua media elektronik untuk membuat pelatihan dan pendidikan vokasional menjadi lebih fleksibel. Online learning merupakan suatu pembelajaran yang menggunakan internet, intranet dan ekstranet, atau pembelajaran yang menggunakan jaringan komputer yang terhubung secara langsung dan luas cakupannya (global). Sedangkan distance learning, cakupannya lebih luas dibandingkan e-learning, yaitu tidak hanya melalui media elektronik tetapi bisa juga menggunakan media non-elektronik. Distance learning lebih menekankan pada ketidakhadiran pendidiksetiap waktu. Berdasarkan uraian yang telah dikemukakan secara umum e-learning dapat diartikan sebagai pembelajaran yang memanfaatkan atau menerapkan teknologi informasi dan komunikasi. E-learning adalah kegiatan belajar yang menggunakan internet yang dapat dikombinasikan dengan kegiatan tatap muka yang ada di lembaga pendidikan.
BalasHapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapus